Selasa, 25 Maret 2014

Mengunjungi Genting Highland Malaysia


Saya adalah Traveller yang berorientasi kearah social cultural, maka saya pribadi  tidak dapat memahami kesenangan yang ditawarkan oleh Genting Highland. Namun tentu saja saya juga tidak akan memberikan opini pribadi saya, toh kenyataannya cukup banyak orang yang mengunjungi tempat ini.

Sebagai sebuah resort, Genting  Highland yang berada diperbatasan negara bagian Pahang dan Selangor merupakan salah satu dari tiga buah Resort World, dimana dua yang lain berada di Philippina dan Singapura. Karena letaknya di daerah pegunungan maka suhu rata-rata ditempat ini jauh lebih rendah dibanding dengan suhu di Kuala Lumpur. 
Bagi saya, Genting sepertinya dibagi dua, yaitu Genting Bawah dan Genting Atas. Genting Bawah ditandai dengan adanya Stasiun Kereta gantung Genting Sky Way Lower Station dan Genting Atas dengan adanya Stasiun Kereta gantung Genting Sky Way Upper Station. Kedua  stasiun tersebut dihubungkan dengan kereta gantung yang konon kabarnya paling panjang di Asia Tenggara. 

 Hotel First World dengan kamar yang buuaaanyyyaaaak

Hotelpun juga tersebar mulai dari Genting Bawah sampai Genting Atas. Di Genting Atas berdiri hotel yang konon juga hotel yang paling banyak kamarnya, hotel First World.

 Perangkat check out di Hotel First World.
Karena sangat banyaknya kamar yang ditawarkan, maka untuk check in dan check out dihotel ini memerlukan waktu yang cukup lama.  Untunglah management hotel menyediakan perangkat yang mampu melakukan self check in bagi tamu yang telah melakukan pemesanan kamar terlebih dahulu dan melakukan check out yang sangat mudah. 

  
Kiosk penjual nomor Toto di Kuala Lumpur

Yang menarik bagi saya adalah adanya tempat berjudi atau Casino di negeri berdasarkan Agama Islam ini. Meskipun hanya diperuntukkan bukan warga Malaysia, hal tersebut dapat dilihat di pintu masuk Casino terdapat meja imigrasi yang memeriksa paspor pengunjung. Namun untuk berjudi di Kuala Lumpur saya lihat tidak hanya di Genting, di kota saya lihat banyak sekali kiosk-kiosk yang menjual Toto. Kalau di Indonesia ada Togel atau Toto Gelap, maka di Malaysia yang ada adalah Torang atau Toto Terang. Disebuah kiosk Toto di Petaling Street saya baca sebuah peringatan yang bunyinya: “Berjudi bagi warga muslim adalah haram”, sungguh moderat.







Transportasi menuju Genting cukup banyak, bahkan dari beberapa negara bagian ada bus yang langsung menuju Genting. Semua bus yang berangkat dari Beach Road Singapura dengan tujuan Kuala Lumpur berakhir di Genting High Land. Kalau kita mendarat di Bandara LCCT Kuala Lumpur, diterminal pemberangkatan bus sudah disediakan bus khusus LCCT – Genting yang dioperasikan oleh Aerobus dengan tarip MYR 35,-
Tahun 2013 ada bus yang berangkat dari terminal bus Titiwangsa langsung menuju pelataran parkir bus Hotel First World. 

 Terminal Titiwangsa sudah tidak ada bus yang menuju Genting.
 Terminal bus baru di Genting, pengganti terminal bus di lobi hotel First World
Bus di Bandara LCCT




Namun dengan adanya pembangunan terminal bus baru, maka saat ini bus dari Titiwangsa tersebut sudah tidak berjalan lagi. Letak terminal bus baru agak jauh dari Hotel First World, untuk itu dari lobi hotel berjalan Commuter Bus gratis yang  melayani penumpang dari  lobi hotel menuju terminal bus baru tersebut. Dari tulisan yang tertera dibeberapa loket penjualan tiket, tidak satupun saya temukan penjualan tiket dengan tujuan Kuala Lumpur. Sehingga saya simpulkan tidak ada bus yang melayani penumpang dari terminal bus baru menuju Kuala Lumpur pulang pergi. Frekuensi paling banyak bus yang masuk ke terminal bus baru adalah bus-bus wisata yang besar-besar. Sedangkan di tempat parkir saya lihat bus dari Johor Bahru, Singapura dan beberapa kota negara bagian Malaysia yang lain.
Saran saya, untuk menuju Genting dengan biaya agak murah adalah berangkat dari terminal bus Pudu atau KL Sentral. Dari beberapa pengalaman yang ada, sebaiknya berangkat dari terminal bus Pudu, karena tiket pemberangkatan pagi dari KL Sentral, entah bagaimana, selalu habis dan yang tersisa pasti pemberangkatan untuk diatas jam 12 siang. Tetapi kalau memang akan bermalam di Genting, maka berangkat dari KL Sentral merupakan keputusan yang baik.
Bus dari LCCT – KL Sentral paling banyak dengan harga tiket berkisar antara MYR 8,- sampai MYR 10,-. Sedangkan LCCT – Pudu frekuensinya tidak sebanyak tujuan KL Sentral, bus yang memiliki trayek tersebut adalah Star Shuttle dengan harga tiket yang sama.







Dari KL Sentral, terminal bus Pudu dapat dicapai dengan naik MRT Kelana Jaya turun di Mesjid Jamek ganti naik MRT Sri Petaling atau MRT Ampang dan turun di Plaza Rakyat. Terminal bus Pudu berada di dalam Plaza Rakyat ini, dari pemberhentian MRT terdapat papan petunjuk untuk menuju terminal bus.Tiket bus harus dibeli dari agen bus Go Genting, tiket dapat dibeli untuk pergi saja atau untuk Pergi-Pulang. Bus Go Genting masuk terminal bus Genting Sky Way Lower Station, sehingga untuk menuju Genting kita harus naik kereta gantung. Harga tiket yang dibeli sudah termasuk tiket untuk naik kereta gantung, sehingga potongan tiket saat kita masuk bus jangan sampai hilang. Harga tiket seperti pada gambar, tetapi jangan berharap mendapat potongan Lansia (Senior Citizen), sebab potongan itu hanya untuk warga emas Malaysia. Saat pulang dari Genting Highland, maka kita harus menuju Genting Sky Way Lower Station lebih dahulu dan dari sana disambung bus Go Genting dengan tujuan pilhan Pudu atau KL Sentral. Yang harus di ingat, perjalanan normal dari Terminal bus Pudu atau dari KL Sentral ke Genting Sky Way Lower Station adalah 90 menit dan dapat lebih lama saat jalanan macet. Maka dari itu sesuaikan jadwal, agar tidak ketinggalan pesawat atau transport lain yang sudah terjadual.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar