Selasa, 22 Januari 2013

Jalan ke Singapura


Sampai saat ini masih banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan Singapore sebagai tujuan wisata luar negeri. Meskipun apa yang bisa kita lihat di sana tidak lagi membuat kita menjadi terkagum-kagum seperti 20 tahun yang lalu. Disamping itu untuk ukuran Rupiah ongkos hidup di Singapore sangat mahal dibanding dengan Malaysia.

Saya tidak pernah memiliki dana berlimpah untuk setiap travelling saya keluar bumi NKRI, bahkan sangat amat ngirit sekali dan penuh dengan perhitungan matematik yang melibatkan variabel lebih dari tiga ( hehe… persamaannya kompleks sekali). Dibawah ini adalah cerita saya yang sebenarnya, yang saya lakukan sendiri beberapa kali dan bukan kata orang, bahwa untuk ke Singapore lebih murah naik pesawat dari Surabaya ke LCCT Kualalumpur atau dari Jogya ke LCCT Kualalumpur dari pada terbang langsung ke Singapura atau lewat Batam yang dilanjutkan dengan kapal cepat. Meskipun bandara Solo juga menyediakan penerbangan Solo ke LCCT Kualalumpur, namun transportasi Surabaya ke bandara Adi Sumarmo Solo tidak murah, karena setelah turun bus AKAP di terminal Tirtonadi  harus dilanjutkan naik taxi. Kalau ke bandara Adisutjipto Jogya cukup sederhana, naik bus AKAP jurusan Jogyakarta dari terminal Bungurasih, pesan ke pak kondektur kalau kita turun di bandara Adisutjipto. Turun dari bus AKAP, jalan kaki sebentar sudah sampai pintu gerbang bandara Adisutjipto. Sayangnya penerbangan Jogya – LCCT Kualalumpur hanya pagi hari, sehingga kita harus naik bus AKAP ke Jogya dari Surabaya sekitar jam 23.00, supaya masuk bandara masih pagi, masih sempat cuci muka dan minum kopi atau teh panas. Dan juga lewat Jogya, pass bandara lebih murah yaitu Rp. 100.000,- per orang dibanding kalau lewat Juanda harus membayar Rp. 150.000,-
 Penerbangan Surabaya – LCCT Kualumpur kadang-kadang yang malam hari jauh lebih murah dibanding yang pagi, siang atau sore hari. Jangan takut dengan penerbangan malam hari, bandara LCCT adalah bandara 24 jam. Setelah lepas dari pemeriksaan Imigrasi, kita dapat menunggu datangnya pagi hari sambil minum kopi atau makan di McD atau tidur dikursi yang cukup banyak di teras bandara, temannya juga banyak dari berbagai bangsa di dunia. 

Namun kalau ada dana lebih, didepan bandara ada Tune Hotel untuk melepas kantuk. Tidak perlu pakai taxi, cukup jalan kaki menelusuri selasar yang memang dibangun untuk itu.
Dari bandara LCCT untuk ke kota Kualalumpur dapat naik bus yang akan menuju KL Sentral. KL Sentral adalah stasiun kereta api, stasiun komuter dan stasiun LRT yang berada di tengah kota Kualalumpur. Sebaiknya naik bus yang warnanya kuning sebab dibanding dengan yang warnanya merah taripnya terpaut MYR 1,- lebih murah. Ingat MYR 1,- lebih besar dibanding dengan uang kita Rp. 3000,- . Oh, ya, jangan membawa Rupiah ke luar NKRI, dari pada nanti sakit hati, lebih baik tukar uang di Money Changer di Surabaya. 

Setelah bus masuk KL Sentral dan turun, temukan eksalator yang naik kelantai atas, menuju ruang kedatangan dan keberangkatan yang mirip Mall. Tidak perlu kawatir, petunjuk-petunjuk dalam bahasa serumpun cukup jelas. 

Hampir semua orang bercakap Melayu, tidak perlu sok pakai bahasa Inggris, bagi yang punya hobi buang air kecil yang harus di ingat adalah Tandas dan bukan Kamar Kecil.

Lanjutan ke Singapore dapat dilakukan dengan kereta api dari KL Sentral atau bus antar negara dari Terminal Bersepadu Selatan.
Untuk naik kereta api saya sarankan yang berangkat dari KL Sentral jam 23.00 dan masuk Singapore pagi hari. 

Sehingga hari pertama kita di Kualalumpur dapat digunakan untuk jalan-jalan menikmati beberapa obyek yang petunjuk jalannya dapat diambil dari brosur wisata yang ada di bandara LCCT.

Tas dapat dititipkan di penitipan tas yang ada didepan loket tiket kereta api dilantai 3 KL Sentral. Jangan lupa membeli tiket kereta api lebih dahulu, loket buka mulai jam 07.00 pagi. Tarip paling murah ke Singapore ( Woodland CIQ ) sebesar MYR 34,- untuk pulang pergi sebaiknya membeli di disini. Sebab harga tiket untuk kereta yang sama dari Singapore ke Kualalumpur paling murah SGD 34,-. Sama 34-nya tapi untuk dirubah menjadi Rupiah artinya jadi sangat lain.
 Saat ini kereta api sesampai di Singapura hanya berhenti di Woodland CIQ dan sudah tidak lagi sampai ke stasiun Tanjung Pagar seperti dulu. Perlu diketahui Woodland CIQ tidak sama dengan Woodland MRT (di Singapura MRT sama dengan LRT di Kualalumpur, jangan menyebut  dengan istilah Monorel sebab rel-nya ada dua), jika hendak melanjutkan perjalanan dengan menggunakan MRT maka di samping kanan pintu keluar Woodland CIQ sudah siap bus kota yang memiliki tujuan berbagai macam di Singapura termasuk beberapa stasiun MRT.
 Bus ke Singapore berangkat dari Terminal Bersepadu Selatan, sebuah terminal bus besar dan modern yang membuat para sopir bus, kondektur, kernet  dan calo di NKRI kita menjadi iri hati. Untuk menuju terminal ini gunakan kereta api Komuter KTM jurusan Seremban dan turun di stasiun Bandar Tasik Selatan. Naik Komuter KTM tidak perlu takut kesasar turun, diatas pintu terdapat denah semua stasiun yang telah dilewati maupun yang akan dilewati dengan tanda nyala lampu LED disertai pengumuman yang jelas. Di Kualalumpur terminal bus cukup banyak, ada Terminal Putra, ada terminal Pudu Raya masing-masing punya tujuan sendiri-sendiri. Enaknya semua terminal bus dapat dicapai dengan mudah lewat KL Sentral ini dengan menggunakan Komuter atau MRT. Jadi kalau kita salah pilih terminal bus maka dengan cepat dapat keterminal yang lain. Dari pemberhentian Komuter KTM stasiun Bandar Tasik Selatan, ada jembatan penghubung  panjang dan terlindung yang langsung masuk ke terminal bus. Sebuah contoh kemudahan bagi para Traveller, sehingga kalau banyak pelancong  yang berkunjung kenegeri Jiran ini dari pada ke negara kita, kita tidak boleh iri. Cara yang mudah ke Singapore dengan naik bus adalah membeli tiket langsung Kualalumpur – Singapore. Untuk diketahui, Singapore tidak mempunyai terminal bus seperti di Malaysia. Sebagai contoh kalau kita memilih naik bus Transnasional, maka di Singapore bus akan berhenti disebuah lapangan luas di Lavender Street. Kalau menggunakan bus yang berasal dari travel biro, umumnya bus akan berhenti di Beach Road. Cara yang sedikit sulit namun lebih murah adalah mambeli tiket bus ke Johor. Johor adalah sebuah kota Malaysia yang berbatasan dengan Singapore. Bus akan masuk terminal Larkin yang ada di Johor (semacam Bungurasih kalau di Surabaya). 
 Kita turun dan ganti bus kota yang akan menuju Singapore. Tentu saja ini merupakan travelling yang tidak disarankan kalau kita mengajak serta anak-anak kecil, ribet sekali namun penuh tantangan dan pengalaman. Dengan cara ini kita lebih  menghemat sebab tidak harus membayar pass masuk internasional ( MYR 10,-) seperti kalau kita di bandara. 
 Tarif bus kota MYR 2,- dari Larkin Johor ke Singapura yang nanti akan menjadi SGD 2,- kalau dari Singapura ke Larkin Johor. Di Singapura bus kota ini ada yang berhenti di Queen Street  tengah kota ada yang berhenti di Kranji dekat Woodland. Saya sarankan untuk memilih tujuan Kranji, sebab bus kota berhenti didepan stasiun LRT Kranji yang dapat dengan cepat mengantar kita keseluruh penjuru Singapore. Tetapi pilihan untuk turun di Queen Street  juga tidak salah, dengan jalan kaki kita sudah dapat mencapai Bugis dimana Mall besar ada disana. Meskipun namanya bus kota tidak bisa se-enaknya berhenti didalam kota, ada halte-halte khusus pemberhentian bus kota. Kalau naik bus kota, tiket jangan sampai hilang sebab di Imigrasi Malaysia maupun di imigrasi Singapura bus yang kita tumpangi tidak menunggu kita, setelah urusan imigrasi selesai kita harus naik bus kota sejenis dengan menunjukkan tiket yang sudah kita beli tadi. (ikuti juga cerita saya tentang dukanya di Imigrasi Singapore. http://ikutsangsurya.blogspot.com/2013/01/melewati-imigrasi-woodland-singapore.html). Dengan cara seperti ini nanti saat tiba kembali di NKRI kita dapat menunjukkan keteman-teman kalau kita sudah ke Singapore satu kali dan ke Malaysia dua kali sesuai dengan stempel Imigrasi di Paspor kita……..tipu-tipu tapi tidak bohong

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar