Rabu, 24 Januari 2024

Travelling by Train

Traveller service that includes, as part of the package, travel by scheduled train service.

Surabaya Pasar Turi -- Jakarta Pasar Senen - Tanah Abang - Rangkasbitung - Merak.

Episode : Surabaya Pasar Turi - Jakarta Pasar Senen.

Sudah lama tersimpan didalam pikiran saya untuk berkelana naik kereta api mengunjungi kota-kota yang berada di Pulau Jawa  Sebagian pelosok Asean sudah saya kunjungi, di-usia yang terus menapak naik ini, ganti sekarang untuk mengunjungi sebagian pelosok Pulau Jawa. Sebagai Backpackers berkunjung kesebuah tempat mempunyai arti dan makna yang besar, meskipun kunjungan itu hanya sepintas, bahkan kadang-kadang hanya beberapa menit karena berbagai alasan. Saya tidak bisa menjawab kalau ada yang bertanya pada saya, mengunjungi sebuah tempat itu yang dilihat apanya?

Kebiasaan saya kalau hendak bepergian tidak pernah mendadak, tetapi direncanakan beberapa minggu sebelum berangkat. Karena ini adalah sebuah rencana jalan-jalan, maka saya mencari kereta api yang ke Jakarta berangkat pagi hari. Sehingga dari balik jendela dapat melihat pemandangan disepanjang rel kereta. Dari Surabaya Pasar Turi ada keberangkatan kereta api pagi hari, Yang pertama adalah Argo Anggrek. Tentu saja itu bukan kelas saya, harga tiket Argo Anggrek tidak ramah dikantong saya. Pilihan jatuh pada kereta api Airlangga, sebuah kereta api kelas ekonomi yang disubsidi pemerintah melewati Public Service Obligation atau PSO. Harga tiket Surabaya Pasar Tuti ke Jakarta Pasar Senen Rp. 104.000,- dan karena usia saya sudah masuk kategori Lansia maka saya cukup membayar Rp. 98.000,- Kereta api Airlangga berangkat dari Surabaya Pasar Turi jam 10.35, ada kesempatan cukup lama untuk menikmati pemandangan sebelum akhirnya sang malam gelap akan menyelimuti jendela kereta. Saat masuk ke halaman peron stasiun, oleh mas Petugas saya difoto disertai kata-kata yang sangat mengagumkan bagi saya: “ Bapak, nanti setelah ini masuk peron bapak tidak perlu menunjukkan tiket dan KTP, cukup berpose didepan gadget ini, bila pintu terbuka berarti bapak sah sebagai penumpang”.
Horeeee….. sudah seperti di bandara, pakai face recognition, bravo PT. KAI. Saat percobaan lewat, saya say hello pada gadget yang diletakkan di gerbang dan klik…wajah saya di-acc, lampu hijau menyala, pintu terbuka. Sayang tidak semua penumpang Airlangga yang sedemikian banyak itu mendapat kesempatan seperti saya.

Dengan sistem penumpang diijinkan masuk peron hanya saat kereta api yang hendak ditumpangi akian berangkat, membuat peron stasiun menjadi nyaman, tidak hiruk pikuk. Teristimewa, untuk mereka yang punya hobi kekamar kecil, tidak terlalu panjang antriannya. Peron stasiun Pasar Turi menyediakan dispenser air minum, sehingga untuk mereka yang membawa bayi dan harus membuat air susu sudah tersedia air panas.

Dispenser air minum yang disediakan oleh PT KAI untuk penumpang.
 

 Naik kereta api kelas ekonomi saat ini yang jadi rebutan bukan tempat duduk, sebab untuk kereta api jarak jauh semua penumpang dijamin dapat tempat duduk. Namun yang jadi rebutan adalah tempat barang yang ada diatas kursi. Seandainya satu penumpang cukup membawa satu tas ransel atau satu koper kecil, maka tempat bagasi diatas itu pasti cukup. Namun saat ini satu penumpang bisa membawa beberapa tas dan kardus yang akhirnya akan menghabiskan tempat begasi diatas kursi. Hal ini berakibat penumpang lain yang seharusnya dapat meletakkan tasnya diatas tempat duduk menjadi tidak kebagian tempat.

Situasi didalam cabin sangat bersih, Tempat duduk meskipun kurang ergonomis namun empuk, suhu didalam ruang nyaman tidak membuat orang menjadi gerah.


Saya melihat pengawasan barang bawaan penumpang tidak ketat di stasiun Pasar Tuti ini. Saya pernah melihat koper penumpang ditolak masuk peron saat saya di stasiun Surabaya Gubeng.


Jam 10.35 kereta api mulai pelan berjalan meninggalkan peron stasiun Surabaya Pasar Turi menuju Jakarta Pasar Senen 12 jam lagi. Dalam perjalanan ditawarkan bantal, yang bisa dipakai sampai akhir tujuan penumpang dengan sewa yang cukup terjangkau Rp. 10.000,- Namun dalam percobaan saya, bantal ini menjadi menyiksa, kecuali yang mendapat tempat duduk dekat jendela. Bantal bisa digunakan untuk bersandar. Untuk yang tidak berada dekat jendela, bantal ditaruh dipunggung mengakibatkan tempat duduk jadi sempit sehingga ruang kaki menjadi pendek. Akhirnya hanya cukup dipeluk, itupun juga tidak nyaman.

Minuman, jajan ringan dan nasi disediakan direstorasi juga dijajakan berkeliling didalam kereta penumpang. Tidak perlu takut dengan harga, rata-rata harga minuman Rp. 10.000,- termasuk mie cup panas.Puas juga melihat diluar jendela, pemandangan silih berganti, saat kereta hampir masuk stasiun maka yang dapat dilihat adalah perkampungan, pertokoan, pasar..... namun sebagian besar yang dapat dilihat sepanjang jalan adalah sawah dan hutan kadang juga laut Jawa yang membentang disisi rel.


Masuk stasiun Tegal, kondisi diluar sudah mulai gelap, mau tidak mau pemandangan diluar berganti hitam, yang terlihat dikaca cuma bayangan penumpang dan lampu penerangan didalam kereta. Pikiran saya, masih empat jam lagi kereta api masuk Pasar Senen. Dengan memonitor KAI Access, kereta api Airlangga ini dapat dikatakan tidak pernah terlambat, kalau hanya berselisih 15 menit bagi saya itu adalah toleransi waktu yang umum. Namun yang membuat kagum adalah ketepatan waktu saat kereta api masuk kedalam peron stasiun Pasar Senen tepat jam 22.40. Kesulitan mendasar sebagai orang lanjut usia seperti saya ini adalah menyusuri jalan keluat stasiun Pasar Senen yang harus naik turun tangga sebelum bisa menghirup udara diluar stasiun. Hotel tempat saya bermalam sebenarnya sangat dekat dengan stasiun, namun karena pagar yang dipasang membuat hotel berjarak 50 meter menjadi 650 meter untuk jalan kaki dan menjadi 2 Km kalau naik kendaraan bermotor. Jalanan didepan stasiun kalau malam hingar bingar dengan musik yang disetel keras-keras oleh para penjaja. Tetapi seperti inilah pengalaman yang bisa saya dapatkan dan dapat diceritakan nanti saat pulang Surabaya.

Dari jauh lampu hotel sudah kelihatan, selamat malam saudaraku, selamat tidur, saya akan bercerita lagi esok.

Lanjutan cerita:

Selasa, 13 September 2022

Menapakkan Kaki di Usia Senja Berharap Bersua Sahabat - Episode 4 - Bakat-Bakat Terpendam

Bagi sebagian orang, berkumpul kembali setelah berpisah berpuluh tahun adalah sebuah kebahagiaan, tertawa bersama mengenang masa lalu. Banyak kisah-kisah antar sahabat diunggah dimedia sosial yang berjanji akan bertemu kembali disebuah tempat setelah sekian banyak tahun tidak berkumpul, Tidak sedikit bagi mereka-mereka saat berkumpul kembali merupakan ajang untuk pamer kesuksesan hidup. Sehingga ada sebagian orang yang tidak mau hadir hanya karena dia merasa kalau hidupnya tidak sukses seperti teman lainnya.

 Salah satu anugerah Allah pada umatNya yang banyak menarik perhatian orang adalah bakat tarik suara bin suara merdu atau mendayu-dayu.  Setiap orang umumnya suka "rengeng-rengeng" mengikuti sebuah lagu, karena kalau "keras-keras", ayam dan kucing yang ada didekatnya akan lari menjauh. Sebab tidak ada bedanya antara bersenandung dan marah-marah. Saya adalah penggemar James Reeves dengan suara berat tapi empuk. Namun kalau saya disuruh menirukan, nadanya bisa berubah tidak karu-karuan.
 
Setiap kali menhadiri re-uni maka hiburan yang paling gampang adalah tarik suara alias nyanyi, bisa nyanyi solo, bisa nyanyi duet, kwartet sampai nyanyi berombongan. Dulu mungkin susah, untuk mengadakan hiburan nyanyi-nyanyi, karena harus mendatangkan grup band. Sekarang perangkat musik satu stage bisa digendong ditutupi sarung dan dibawa naik sepeda motor ditambah mbonceng penyanyinya yang umumnya menawan. Bravo untuk kemajuan elektronika yang merambah kealat musik dalam kemasan sintetis. Drum yang bunyinya gedabuk ...klotak .....crek-crek ....bisa dihasilkan secara simultan dan sinkron dengan gitar yang tidak pernah ada barangnya.

.....

Bayangkan nyanyi apapun embah putri dan mbah kung ini pasti merdu. Saya cuma bisa tepuk-tepuk sampil cari makanan dimeja.

 

Kera Ngalam, Sam Owonarp ....heheheheheh.... wong Malang suka walikan ... Pos dibalik jadi Sop, lha Sop dibalik jelas tumpah. Nggak percaya, silahkan dicoba dirumah ....

Mas RT Jalan Blewah, malam ini mendampingi sang isteri yang didaulat teman-teman jadi Host, ikut tarik suara.

Iyakan ...apa kata saya, nyanyi bisa solo tapi kalau takut ya ini ...triple. Mas Darto + mbakyu Darto nyanyi apa saya ya sudah lupa wong saya sibuk maem. Taruhan 100 Dollar US, mbakyu Guide itu paling tidak tahu kalau yang didampingi itu seorang Empu dari perguruan tinggi teknik terkenal dalam bidang gali-gali tanah.

Nah ternyata mbakyu Darto "tanduk" tapi tida bersama yang tadi, sekarang jadi duet.



Yu Titiek juga in action ...... Selamat Ulang Tahun mbakyu .....doa-doa yang baik dipanjatkan kehadirat Allah Yang Maha Esa ..... Aamiin.

Kalau ini sih mas Pranowo .......


Plok ....plok .....plok .....plok, tepuk Pramuka. Memang perlu merekam sang isteri sedang tarik suara, siapa tahu ketemu Talent Scout lalu dimasukkan dunia rekaman.

Last but not least .... mungkin semua masih ingat dengan lagu yang dialunkan dari ujung timur pulau Jawa ..... Jaran Goyang. Sekarang untuk bisa terkenal dengan menyanyi sudah tidak seperti dulu, dikuyo-kuyo oleh para Talent Scout sebelum bisa direkam suaranya dan diedarkan oleh Irama Record atau Remaco. Jaran Goyang konon kabarnya di-klik jutaan pemirsa dan dinyanyikan oleh semua orang yang tahu apa itu makna jaran goyang sanpai orang yang hanya tahu menyanyikan saja. Semua berkat akun terkenal ...youtube.

Nah, mbakyu menuk untuk mengenang suaminya (almarhum) menyanyikan lagu favoritnya ... The Wedding...Simak dan dengarkan lagu The Wedding nyanyian salah satu teman kita yang diberi karunia suara emas, KLIK DISINI...... untuk akses youtube. Ingat semakin banyak "klik" akan semakin terkenal mbakyu kita ini dengan The Wedding Song-nya.

Malam terus berjalan, mau tidak mau acara yang diselenggarakan harus usai. Sambil sibuk membawa beberapa bungkusan hadiah saya ikut arus teman-teman yang berjalan menuju lift untuk kembali ke-kamar masing-masing. Mulut saya "rengeng-rengeng" pelan, takut yang disebelah saya bertanya ... .......laopo koen iku mBoek....

Kemesraan ini
Janganlah cepat berlalu
Kemesraan ini
Inginku kenang selalu
Hatiku damai
Jiwaku tentram di samping mu
Hatiku damai
Jiwa ku tentram
Bersamamu

Untunglah masih ada hari esok dengan acara berwisata .... masih ada waktu untuk berkumpul lagi.

Selamat malam saudaraku .........